Tips Membangun Rumah Kecil Yang Terjangkau

Banyak yang mengira jika merancang sebuah rumah idaman mengharuskan seideal dan semewah mungkin. Penyataan ini memang tidak salah.

Namun, apakah benar kita membutuhkan rumah dengan ukuran yang besar dan luas? Sementara isi rumah hanya ada beberapa orang saja?

Mempunyai rumah tentu saja menjadi dambaan setiap orang. Memiliki rumah selalu menjadi bagian dari cita – cita. Namun, memiliki rumah juga bukan berarti harus memiliki salah satunya dengan ukuran yang luas dan besar.

Malah, rumah yang tidak menampakkan sebuah rancangan arsitektural yang fungsional bisa lebih terlihat sebagai sesuatu yang terlalu berlebihan dan buang – buang energy, terutama biaya.

Soal biaya, untuk memiliki rumah memang bukanlah perkara yang mudah dan murah. Apalagi, saat ini ada banyak tawaran yang menggoda serta menggiurkan untuk memiliki ruang hidup dengan segala kemudahan serta fasilitas yang lengkap.

Rumah sederhana tidak selalu identik dengan rumah murah berbiaya rendah dengan kualitas seadanya. Tetapi lebih ke arah bagaimana menampilkan kesederhanaan dalam konstruksi atau rancangan arsitektural sebuah rumah. Sesimpel mungkin; menghindari kerumitan-kerumitan yang tidak perlu.

Rumah sederhana memang bisa jadi identik dengan rumah kecil bersubsidi dari pemerintah yang; ya, kalau boleh dibilang; masih sering bermasalah, terutama dalam soal konstruksinya.

Tetapi perlu juga diingat, jangan artikan sebagai sikap tidak menghargai upaya pemerintah untuk memastikan setiap warganya memiliki rumah, atau inisiatif pihak swasta merancang ruang hidup dan hunian idaman berbiaya rendah.

Lalu, bagaimana sih cara membangun rumah idaman yang sederhana, nyaman, aman, dan terjangkau? Yuk simak di bawah ini.

1.Keep It Small dan Hindari Kerumitan

Keep It Small dan Hindari Kerumitan

Saat kita melihat rumah-rumah di sekitar kita, kita melihat satu masalah umum, bangunan terlihat terlalu besar. Hal ini tentu saja menimbulkan pertanyaan; seberapa banyak ruang yang sebenarnya benar-benar Anda butuhkan?

Alih-alih membangun rumah yang lebih besar, lebih baik buanglah barang-barang yang sudah tidak terpakai. Untuk apa tetap menyimpan alat-alat yang rusak di ruang bawah tanah, atau pakaian-pakaian yang sudah usang? Apakah Anda benar-benar masih membutuhkannya?

Ini adalah logika yang sangat sederhana. Kebanyakan keluarga tidak memerlukan sebuah rumah seluas lebih dari 200 meter persegi, kecuali rumah Anda dihuni oleh lebih dari 8 orang.

Salah satu fitur umum saat ini adalah kerumitan garis atap. Desain facade rumah hampir selalu terlihat sangat kompleks dan tampak rumit.

Hindari kerepotan dan rancangan-rancangan rumit. Belajarlah mencintai bentuk kotak. Bentuk kotak adalah hal yang paling sederhana dan paling terjangkau untuk dibangun.

Denah lantai yang zigzag dengan banyak sudut juga merupakan hal lain yang harus dihindari. Perhatikan bagaimana ruang disusun dalam tiga dimensi.

Dalam banyak konsep desain rumah, lantai tidak membutuhkan elemen struktural tambahan untuk ditambahkan guna menampung semuanya, terutama atapnya. Ini adalah salah satu faktor pemborosan biaya.

Rancangan interior yang bagus memiliki kejelasan pada setiap bagian-bagiannya, yang seharusnya memudahkan dan tentunya terjangkau alias irit biaya.

2.Konsep Lantai Terbuka dan Berbelanja Secara Strategis

Desain rumah modern minimalis dengan konsep open plan. ~ via roohome. Menjaga rencana tetap sederhana dan terbuka telah menyelesaikan beberapa hal.

Pertama, sedikit dinding sama dengan material yang kurang. Selain itu, hubungan visual antar ruang meningkatkan akselerasi, membuatnya terasa lebih besar. Ini berarti semua penghuni bisa berada di dalam satu lantai, tetapi tetap terhubung.

Berhemat tidak sama dengan pengorbanan. Jika ingin memiliki beberapa hal yang benar-benar bagus, putuskan di mana hal itu benar-benar penting. Sisa rumah bisa lebih sederhana.

Ruang publik seperti dapur, ruang makan dan ruang tamu dapat memiliki tingkat penyelesaian yang lebih tinggi sambil menjaga kamar tidur dan kamar mandi tetap terlihat tidak berlebihan.

Gunakan kebijakan anggaran yang lebih jelas untuk area yang hanya benar-benar memerlukan sedikit tambahan biaya lebih besar seperti pada area dapur.

Jangan memaksakan untuk merancang ruang keluarga yang memperlihatkan kemewahan. Hal tersebut justru hanya menampakan sebuah ruang menjadi terlihat memiliki beban berlebihan. Keep it simple, dan hanya fokus pada detail dan hal-hal yang benar-benar diperlukan saja.

Nah, itulah beberapa tips rumah sederhana yang bisa kalian coba lakukan. Semoga bermanfaat.

Tips Membangun Rumah Kecil Yang Terjangkau
Ditag di: